Untuk memperoleh kejelasan teknik pelaksanaan konstruksi, agar konsep rancangan yang tergambar dan dimaksud dalam pengembangan rancangan dapat diwujudkan secara fisik dengan mutu yang baik maka gambar kerja mutlak diperlukan.
Penguasaan perancang/arsitek dan drafter terhadap detail pun menjadi sesuatu yang wajib karena dengan detail segala bentuk kesalahan persepsi dari pembangun/kontraktor bisa diminimalkan, Selain itu sasaran tahap ini (gambar kerja) adalah:
- untuk memperoleh kejelasan kuantitatif supaya biaya dan waktu pelaksanaan pembangunan dapat dihitung dengan saksama dan dapat dipertanggungjawabkan;
- untuk melengkapi kejelasan teknis dalam bidang administrasi pelaksanaan pembangunan dan memenuhi persyaratan yuridis yang terkandung dalam dokumen pelelangan dan dokumen perjanjian/kontrak kerja konstruksi.


























Rumah ini berada pada daerah perumahan pinggiran Jakarta, pada awalnya rumah ini tipikal real estat type 45 m2 luas tanah 120 m2 dengan sistem cluster. Ketika membeli rumah, pemilik sudah mempunyai rencana untuk pengembangan rumah ini dikemudian hari.



Bentuk fasad dibuat simpel dengan atap pelana biasa serta material yang umum digunakan. Perkerasan pada carport dengan material grassblock yang berfungsi sebagai resapan. Area taman depan dibuat tanpa pagar karena memang cluster sistem dan kebijakan dari pihak pengembang untuk tidak membuat pagar permanen, kecuali dari tanaman. Sedangkan area belakang dijadikan taman/courtyard yang berfungsi sebagai buffer terhadap udara panas dan juga sebagai tempat jemur.
Setiap kota memiliki identitas berbeda-beda yang dapat menbedakan dengan kota lainnya baik skala regional, nasional maupun international, seperti halnya kota Bandung dengan Gedung Sate-nya.














Pembagian atara zona privat, zona publik dan service sebagai salah satu upaya untuk mengelola sirkulasi ruang, agar tidak terjadi cross-circulation. 